Banyuwangi Ethno Carnival 2025 Usung Tema Ngelukat, Ratusan Peserta Siap Ramaikan Jalanan Kota
- account_circle bwitalk
- calendar_month Sel, 13 Mei 2025
- comment 0 komentar

BwiTalk | Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggulirkan agenda wisata tahunan melalui Banyuwangi Festival (B-Fest) 2025. Deretan acara menarik disiapkan untuk memanjakan wisatawan, termasuk salah satu agenda unggulannya: Banyuwangi Ethno Carnival (BEC).
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa BEC dijadwalkan pada 12 Juli 2025 dan akan mengangkat budaya khas masyarakat Osing melalui tema “Ngelukat”.
“BEC dijadwalkan pada 12 Juli dengan mengangkat salah satu tradisi masyarakat Osing dengan judul ngelukat,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (8/5/2025).
Ipuk menjelaskan bahwa penyelenggaraan B-Fest tetap berlangsung meski ada pembatasan anggaran, karena sektor pariwisata dinilai memiliki efek ganda terhadap ekonomi lokal.
“Pariwisata ini kan multiplier effect-nya yang kita harapkan. Pengunjung yang datang akan berdampak pada perputaran ekonomi daerah,” terangnya.
Lebih jauh, Ipuk menekankan bahwa B-Fest memiliki beberapa fungsi utama, mulai dari penggerak sektor pariwisata hingga penguatan konsolidasi sosial. Namun pada tahun ini, fokus utama akan diarahkan untuk mendongkrak kunjungan wisatawan.
“Tahun ini B-Fest ada 42 event. Kami fokuskan pada event yang dapat menarik kunjungan wisatawan. Sedangkan fungsi B-Fest yang lainnya akan dikonsolidasikan dalam bentuk yang lain,” kata Ipuk.
Agenda Unggulan B-Fest 2025:
-
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC)
-
Tanggal: 12 Juli 2025
-
Tema: Ngelukat (tradisi masyarakat Osing)
-
Parade busana etnik kontemporer
-
Rute parade sejauh 1 kilometer di jantung kota
-
-
Audisi dan Workshop Peserta BEC
-
Audisi dibagi menjadi 4 zona
-
Seleksi terbuka dengan antusiasme tinggi
-
Workshop pembekalan desain, tema, teknik performa
-
Pembinaan oleh desainer, koreografer, dan pelaku seni budaya
-
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Taufik Rohman, menjelaskan bahwa proses seleksi peserta BEC tahun ini berlangsung meriah, dengan pendaftar dari berbagai kalangan masyarakat.
“Banyak yang mendaftar, audisi kami bagi jadi 4 zona untuk memudahkan. Setelahnya mereka akan mengikuti workshop,” kata Taufik.
Para peserta yang lolos audisi akan mengikuti pelatihan khusus yang mencakup pemahaman tentang tema Ngelukat, rancangan kostum, serta cara tampil di hadapan publik dengan bimbingan para seniman profesional.
Dengan mempertahankan BEC sebagai event dalam kalender nasional, Banyuwangi semakin meneguhkan posisinya sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia. Perpaduan antara budaya lokal dan kemasan modern menjadikan setiap penampilan BEC selalu ditunggu oleh wisatawan lokal hingga mancanegara.
- Penulis: bwitalk




Saat ini belum ada komentar